DOWNLOAD LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KEBUTUHAN DASAR NUTRISI PADA PASIEN ABDOMINAL PAIN, VOMITING PROFUS

 

    LAPORAN PENDAHULUAN

GANGGUAN KEBUTUHAN DASAR NUTRISI

PADA PASIEN ABDOMINAL PAIN, VOMITING PROFUS

 

KEBUTUHAN DASAR NUTRISI

A.  Pengertian Kebutuhan Dasar Nutrisi

Kebutuhan nutrisi merupakan kebutuhan yang sangat penting yang dibutuhkan oleh individu. Nutrisi memiliki peranan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan, terutama bagi bayı dan anak. Selain itu, nutrisi juga membantu tubuh agar terhindar darı berbagai macam penyakit. Hal tersebut dikarena nutrisi memiliki kandungan zat-zat penting yang jika dimetabolisme oleh tubuh kita akan menjadi sumber energi, vitamin dan sebagainya .

Meskipun kebutuhan nutrisi tiap individu berbeda-beda, namun jika mengalami gangguan dalam pemenuhannya maka tubuh akan mendapatkan efek buruknya. Terdapat banyak penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan maupun kelebihan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

B.  Macam-Macam Nutrisi

Nutrisi merupakan bahan organik maupun anorganik yang dapat dikonsumsi dan bagaimana tubuh menggunakannya. Dibawah ini adalah beberapa macam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh:

1.      Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tubuh. 1 gram karbohidrat mengandung 4 kkal. Metabolisme karbohidrat terdapat 3 macam, yaitu glikogenolisis (mengubah glikogen menjadi glukosa, CO2 dan H20), glikogenesis (mengubah glukosa menjadi glikogen) dan glukoneogenesis (mengubah asam amino dan gliserol menjadi glukosa.

2.      Protein

Fungsi utama protein yaitu sebagai pertumbuhan dan perbaiki jaringan yang rusak. 1 gram protein mengandung 4 kkal. Sumber utama protein adalah daging, susu dan telur.

3.      Lemak

Lemak merupakan sumber energi paling besar. I gram lemak mengandung 9 kkal. Sumber lemak diantaranya adalah susu, mentega. daging, ikan dan keju. Kelebihan karbohidrat dan protein dapat diubah menjadi lemak, namun kelebihan lemak tidak dapat diubah menjadi karbohidrat maupun protein.

4.      Mineral

Mineral merupakan komponen utama penyusun tulang, gigi dan otot. Mineral terdiri dari terdiri dari kalsium, klorida, khromium, kobalt, tembaga, fluorin, yodium, besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, sulfur dan seng.

5.      Vitamin

Vitamin berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan individu

a.    Vitamin A; berperan dalam proses penglihatan dan metabolisme secara umum. Sumber vitamin A adalah wortel, mangga, brokoli dan sebagainya

b.    Vitamin B; berperan dalam sistem pencernaan dan perkembangan sel. Sumber vitamin B adalah jeruk, alpukat. mangga dan sebagainya.

c.    Vitamin C, berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Sumber vitamin C adalah jeruk, tomat, nanas, jambu dan sebagainya.

d.    Vitamin D, berperan dalam proses penyerapan kalsium yang ada didalam tubuh. Sumber vitamin D adalah kuning telur, susu kedelai, almond dan sebagainya.

e.    Vitamin E, berperan dalam sebagai antioksidan dalam tubuh. Sumber vitamin E adalah brokoli, alpukat dan lain sebagainya.

f.     Vitamin K; berperan penting dalam proses pembekuan darah, Sumber vitamin K adalah kiwi, anggur, alpukat dan sebagainya.

C.  Penilaian Status Nutrisi

1. Pengukuran Antropometri

a.      Indeks Masa Tubut (IMT)

IMT digunakan untuk menentukan kategori berat badan seseorang berdasarkan perbandingan antara berat badan dengan tinggi badan. IMT dapat mengetahui apakah individu dikatakan memiliki berat badan kurang atau berat badan berlebih (obesitas). Berikut adalah rumus IMT: Berat Badan (kg) IMT Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)

Hasil Penilaian":

Ø  <18.5 Berat badan kurang (underweight)

Ø  18.5-22.9 Normal atau sehat

Ø  23.0-24.9 Berat badan lebih (overweight)

Ø  >>25.0 Obesitas

b.      Berat Badan Ideal

Berikut ini adalah berat cara menghitung berat badan ideal:

Wanita: Berat badan ideal (tinggi badan-100)-((tinggi badan-100) x 15%)

Pria: Berat badan ideal= (tinggi badan-100)-((tinggi badan-100) x 10%)


Lingkar Lengan Atas (LLA)

LLA sering digunakan pada wanita dan ibu hamil untuk mengetahui apakah berisiko mengalami kurang energi kronis (KEK). KEK pada ibu hamil sangat berbahaya bagi ibu sendiri maupun janin yang dikandungnya. Namun LLA juga ada untuk bayi, yang berfungsi untuk mengetahui status gizi bayi. Menurut Kemenkes, normal LLA untuk wanita usia subur dan wanita hamil adalah 23.5 cm, jika kurang dari angka tersebut maka ibu hamil berisiko mengalami KEK dan berisiko melahirkan bayi BBLR. Sementara itu untuk nilai LLA normal pada bayi adalah 5.4 cm pada tahun pertama kehidupannya dan <11.5 cm pada umur 2-5 tahun.

c.       Data Biokimia

1)      Hemoglobin dan Hematokrit; penilaian status nutrisi dapat menggunakan hemoglobin dan hematokrit, hal tersebut karena kedua komponen tersebut dipengaruhi oleh Fe, B12 dan protein.

2)      Albumin; merupakan salah satu indikator protein.

3)      Transferin; merupakan protein yang berperan dalam proses pengangkutan zat besi dalam darah

4)      Nitrogen Balance, sebagian besar nitrogen tubuh dimasukkan ke dalam protein dan hal tersebut dipengaruhi oleh asupan protein.

5)      Ekskresi Kreatinin; kreatinin adalah hasil limbah dari metabolisme otot yang digunakan saat otot berkontraksi. Dimana hal tersebut merefleksikan massa otot.


 

D.  Gangguan Pemenuhan nutrisi

1.      Kekurangan Nutrisi

Suatu kondisi dimana individu kurang mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Kondisi ini disebabkan oleh adanya penurunan nafsu makan, kondisi pencernaan yang kurang maksimal dalam absorpsi nutrisi maupun karena penyakit tertentu. Tanda gejalanya adalah penurunan berat badan, kelelahan dan pusing

2.      Kwashiorkor

Suatu kondisi dimana individu kekurangan asupan protein. Tanda gejala dari kwashiorkor adalah perut membuncit, adanya pembesaran pada hati, rambut tipis dan kasar serta adanya dermatitis.

3.      Marasmus

Individu dengan kwashiorkor mengalami kekurangan protein, sedangkan marasmus adalah suatu kondisi dimana individu mengalami kekurangan asupan energi atau kalori, diantaranyaa adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Individu dengan marasmus biasanya akan tampak kurus, kulit kering dan mengalami pengecilan pada otot.

4.       Kelebihan Nutrisi

Suatu kondisi dimana individu mengalami kelebihan nutrisi akibat asupan vitamin dan mineral melebihi asupan gizi yang seharusnya. Kondisi ini berisiko mengakibatkan penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus dan sebagainya.


 

5.      Anemia

Suatu kondisi dimana individu mengalami penurunan sel darah merah. Anemia dapat diakibatkan oleh berbagai macam faktor, namun salah satunya adalah kekurangan zat besi dan vitamin B12. Tanda gejalanya adalah pucat, mudah lelah dan mengalami penurunan HB.

6.      Gondok

Suatu kondisi dimana terjadi pembesaran pada kelenjar tiroid. Hal tersebut dikarenakan kekurangan yodium.

7.      Anoreksia Nervosa

Suatu kondisi dimana individu mengalami gangguan makan, biasanya individu memiliki rasa cemas dan khawatir yang berlebihan terhadap berat badannya.

E.  Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi

1. Status Kesehatan

Individu yang mengalami sakit, kebutuhan nutrisinya akan semakin banyak agar daya tahan tubuh meningkat sehingga bisa segera sembuh dari sakitnya. Namun disisi lain, saat individu sakit nafsu makan akan mengalami penurunan, jika hal tersebut berlangsung lama maka akan semakin lama untuk bisa segera sembuh dari sakitnya.

2. Usia

Semakin bertambah usia maka kebutuhan karbohidrat dan lemak mengalami penurunan, sebaliknya kebutuhan protein, vitamin dan mineral meningkat, hal tersebut berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit."


 

3. Jenis Kelamin

Laki-laki membutuhkan lebih banyak kalori, protein dan lemak. Hal tersebut dikarenakan tingkat aktivitas laki-laki lebih tinggi daripada perempuan sehingga energi yang dibutukan semakin besar pula, maka asupan nutrisi harus lebih tinggi juga.

4. Pilihan Pribadi

Terlalu suka pada makanan tertentu mengakibatkan makanan yang dikonsumsi kurang bervariasi, sehingga kebutuhan asupan gizi yang beragam menjadi kurang terpenuhi.

5. Ekonomi

Keadaan ekonomi mempengaruhi status gizi seseorang. Ketidakmampuan untuk membeli makanan yang bergizi dapat membuat individu mengalami gangguan dalam pemenuhan nutrisinya. Oleh karena itulah angka kekurangan gizi banyak terjadi pada masyarakat dengan status ekonomi rendah

6. Pengetahuan

Pengetahuan yang rendah tentang makanan bergizi dapat mempengaruhi status gizi individu. Individu yang tidak mengerti tentang kandungan gizi pada makanan akan berisiko mengalami malnutrisi


ASUHAN  KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN NUTRISI

 

1.        Pengkajian Keperawatan

a.      Keluhan Utama

Keluhan utama yang dirasakan adalah pasien mengeluh tidak nafsu makan, mengalami penurunan berat badan, terasa lemas, tidak bisa menelan dan sebagainya yang berhubungan dengan gangguan mengkonsumsi makanan.

b.      Riwayat Penyakit Sekarang

Beberapa penyakit dapat disebabkan oleh malnutrisi, misalnya kwashiorkor, marasmus, anemia dan sebagainya. Upaya yang telah dilakukan: tanyakan pada pasien upaya apa yang telah dilakukan agar kebutuhan nutrisi terpenuhi. Terapi yang telah diberikan: tanyakan pada päsien tentang obat-obatan yang telah diminum agar status nutrisi terpenuhi.

c.       Riwayat Penyakit Dahulu

Beberapa penyakit dapat disebabkan oleh malnutrisi, misalnya kwashiorkor, marasmus, anemia dan sebagainya

d.      Riwayat Kesehatan Keluarga

Kaji adanya riwayat penyakit yang ada pada keluarga yang menyebabkan adanya gangguan nutrisi.

e.       Keadaan Lingkungan

Keasaan lingkungan yang Mempengaruhi Timbulnya Penyakit Kaji keadaan lingkungan yang dapat menyebabkan individu mengalami gangguan nutrisi.

f.         Pola Fungsi Kesehatan

1) Pola Persepsi dan Tata Laksana Kesehatan

Tanyakan kepada pasien tentang pemahaman pasien terhadap pola kesehatan, terutama yang berhubungan dengan status nutrisi dan kaitannya dengan kesehatan serta bagaimana pasien mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

2) Pola Nutrisi dan Metabolisme

Kaji kebiasaan makan dan minum pasien. Tanyakan pula frekuensi makan, porsi makan, jenis makanan yang dikonsumsi, serta makanan kesukaan.

3) Pola Eliminasi

Tanyakan kebiasaan BAK atau BAB pasien. Gangguan BAB dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi pasien.

4) Pola Aktivitas

Kaji pola aktivitas dan latihan yang dilakukan pasien. Semakin tinggi aktivitas maka akan semakin tinggi pula kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan.

 5) Pola Istirahat Tidur

Kaji pola dan kebiasaan tidur pasien.

6) Pola Kognitif dan Persepsi Sensori

Kaji adanya gangguan kognitif dan persepsi sensori yang menyebabkan pasien mengalami gangguan pemenuhan nutrisi.


 

7) Pola Konsep Diri

Kaji sikap dan persepsi tentang diri pasien terhadap gangguan pemenuhan nutrisi yang sedang dialami.

8) Pola Hubungan - Peran

Kaji individu yang memiliki hubungan terdekat dengan pasien yang dapat membantu pasien mengatasi gangguan pemenuhan nutrisi

9) Pola Mekanisme Koping

Kaji cara pasien untuk mengatasi masalah gangguan pemenuhan nutrisi yang sedang dihadapinya

10) Pola Nilai dan Kepercayaan

Kajı sistem spiritual yang dimiliki oleh pasien.

g.      Status Mental (Psikologis)

Kondisi psikologis seperti kecemasan, rasa tidak nyaman, stres dan depresi dapat menganggu asupan nutrisi pasien.

h.      Pemeriksaan Fisik

1) Status Kesehatan Umum

Pasien tampak lemah karena kondisi gangguan pemenuhan nutrisi yang dialaminya. Penurunan berat badan juga akan terlihat pada individu.

2) Kepala

Kaji adanya kelainan/cedera pada kepala yang membuat individu mengalami gangguan pemenuhan nutrisi. Individu biasanya juga akan mengalami rambut rontok dan mukosa kering


 

3) Leher

Kaji adanya kelainan/cedera pada leher yang membuat individu mengalami gangguan pemenuhan nutrisi.

4) Thoraks

Kaji adanya kelainan/cedera pada thoraks yang membuat individu mengalami gangguan pemenuhan nutrısı. Pada individu yang malnutrisi biasanya akan tampak kurus dan bentuk dada cekung.

5) Abdomen

Kaji adanya kelainan/cedera pada abdomen yang membuat individu mengalami gangguan pemenuhan nutrisi. Adanya nyeri pada abdomen biasanya juga ditemukan pada pasien yang mengalami gangguan pemenuhan nutrisi.

6) Tulang Belakang

Kaji adanya kelainan/cedera pada tulang belakang yang membuat individu mengalami gangguan pemenuhan nutrisi

7) Ekstrimitas

Kaji adanya kelainan/cedera pada ekstrimitas yang membuat individu mengalami gangguan pemenuhan nutrisi. Individu yang mengalami gangguan nutriısı akan menunjukkan adanya penurunan kekuatan otot.

8) Genetalia dan Anus

Kaji adanya kelainan/cedera pada genetalia dan anus yang membuat individu mengalami gangguan pemenuhan nutrisi


 

9) Pemeriksaan Neurologis

Kaji adanya kelainan/cedera pada sistem neurologis yang membuat individu mengalami gangguan pemenuhan nutrisi

2.        Diagnosa Keperawatan

Diagnosis keperawatan adalah suatu penilaian klinis mengenai respon klien terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya baik berlangsung Aktual maupun potensial (PPNI, 2016). Menururt PPNI 9 2016) ada beberapa diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan terhadap psien degan gangguan nutrisi antara lain:

1.      Berat badan lebih

2.      Defisit nutrisi

3.      Diare

4.      Disfungsi motilitas gastrointestinal

5.      Kesiapan peningkatan nutrisi

6.      Ketidakstabilan kadar gula darah

7.      Obesitas

8.      Resiko berat badan lebih

9.      Resiko hypovolemia

10.  Resiko ketidakseimbangan cairan

11.  Resiko ketidakseimbangan elektrolit

12.  Resiko syok

3.        Intervensi keperawatan

Intervensi merupakan treatment yang dikerjakan oleh perawat berdasarkan pada pengetahuan dan penilaian klinis guna mencapai hasil yang di harapkan (PPNI, 2018). Intervensi atau perencanaan keperawatan yang dapat dilakukan terhadap pasien yang memiliki gangguan nutrisi antara lain:

1.      Manajemne nutrisi

2.      Edukasi diet

3.      Pemantauan nutrisi

4.      Pemantauan cairan

5.      Dukungan nutrisi

4.        Implementasi

Implementasi keperawatan adalah tindakan nyata yang dilakukan perawat terhadap pasien berdasarkan rencana keperawatan (intervensi) yang telah disusun, dengan tujuan memenuhi kebutuhan pasien dan membantu mencapai derajat kesehatan yang optimal (Potter, 2017)

5.        Evaluasi

Evaluasi keperawatan adalah tahap terakhir dalam proses keperawatan yang bertujuan untuk menilai sejauh mana tujuan dan kriteria hasil dari rencana keperawatan telah tercapai. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan respon pasien terhadap intervensi yang diberikan dengan tujuan/target yang sudah ditetapkan sebelumnya, salah satu format dokumentasi untuk mengevaluasi respon pasien terhadap asuhan keperawatan yag telah diberikan adalah format SOAP (Doenges, 2016).


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Doenges, M. E. (2016). Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3. Jakarta: EGC.Kementerian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kemenkes RI.Potter, P. A., & Perry, A. G. (2017). Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik. Edisi 9. Jakarta: EGC.PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan. Edisi 1. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI


DOWNLOAD FILENYA DISINI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN DAPUR MBG

Download Undangan Tonjokan: Solusi Praktis dan Efisien untuk Pernikahan (Format MS. Word)

LAPORAN PENDAHULUAN DIARE