Epidemiologi Virus ND (Newcastle Disease / Tetelo) pada Unggas + Download PPT
Hai teman-teman peternak dan rekan-rekan mahasiswa! 👋
Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan rangkuman materi kuliah mengenai Epidemiologi Virus Newcastle Disease (ND) atau yang lebih akrab kita kenal dengan sebutan penyakit Tetelo
Sebagai peternak maupun mahasiswa yang bergerak di bidang perunggasan, memahami epidemiologi ND sangat penting karena penyakit ini merupakan salah satu ancaman ekonomi terbesar bagi industri peternakan ayam, dengan tingkat kematian (mortalitas) yang bisa mencapai 100%
Di akhir tulisan ini, kamu juga bisa mengunduh (download) file PPT materi lengkapnya untuk bahan belajar atau presentasi
What is Newcastle Disease (ND)?
Newcastle Disease (ND) adalah penyakit pernapasan, pencernaan, dan saraf yang sangat menular dan mematikan pada unggas
Sebagai catatan sejarah penting, penyakit ND pertama kali ditemukan di dunia justru di Pulau Jawa, Indonesia, pada tahun 1926 oleh peneliti bernama Kraneveld
Gejala Klinis Utama
Infeksi virus ND umumnya memicu 3 gangguan utama pada tubuh unggas
Pernapasan: Bersin, batuk, terengah-engah, serta keluar leleran dari hidung
. Pencernaan: Diare berwarna hijau kekuningan dan penurunan nafsu makan yang drastis
. Saraf: Kejang-kejang, kelumpuhan pada sayap/kaki/leher, serta Tortikolis (leher berputar/terpelintir dan jalan melingkar)
.
Epidemiologi & Tingkat Keganasan Virus (Pathotype)
Epidemiologi ND mempelajari bagaimana virus ini menyebar, faktor risiko yang mempengaruhi, serta interaksi antara virus, inang (host), dan lingkungan
Berdasarkan tingkat keganasannya, virus ND dikelompokkan menjadi 3 strain utama
Velogenik (Sangat Ganas): Menyebabkan kematian massal mendadak hingga 100%
. Genotipe VII merupakan jenis velogenik yang dominan bersirkulasi di Asia dan Indonesia . Mesogenik (Sedang/Moderat): Menyerang ayam muda dengan mortalitas sekitar 50%
. Memicu gangguan saraf dan penurunan produksi telur drastis pada ayam petelur . Lentogenik (Ringan/Lemah): Hanya memicu infeksi pernapasan ringan atau bahkan tanpa gejala
. Strain ini sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan vaksin aktif (contohnya strain LaSota dan B1) .
Ketahanan Virus & Cara Penularan
Inang Rentan: Menyerang lebih dari 250 spesies burung
. Ayam (broiler, layer, maupun ayam kampung/buras) adalah yang paling rentan fatal . Ketahanan Lingkungan: Virus ini sangat stabil
! Pada karkas ayam, virus mampu bertahan hingga 134 hari di suhu sejuk (1°C – 2°C) dan lebih dari 300 hari di ruang pembeku (-15°C) . Namun, virus ini sensitif terhadap sinar matahari langsung, panas, dan desinfektan . Masa Inkubasi: Berkisar 2 hingga 15 hari (rata-rata 5–6 hari)
. Cara Penularan:
Langsung: Kontak fisik antar-unggas melalui udara (droplet pernapasan) atau menghirup kotoran/feses ayam sakit
. Tidak Langsung (Fomites): Lewat pakan, air minum, pakaian pekerja, kendaraan, atau peralatan kandang yang terkontaminasi
.
Faktor Lingkungan & Dampak Ekonomi
Wabah ND biasanya bersifat musiman dan memuncak pada masa perubahan cuaca ekstrem (pancaroba)
Sistem manajemen dengan biosekuriti rendah, kandang terbuka (open house), kepadatan populasi tinggi, serta sirkulasi udara buruk akan mempercepat laju penyebaran
Dampak Ekonomi:
Di Indonesia, ND masuk dalam daftar 10 besar penyakit unggas yang paling sering dilaporkan
Download Slide PPT Materi Kuliah
Buat teman-teman yang butuh file presentasi PowerPoint (PPT) lengkapnya untuk bahan pembelajaran, tugas, atau panduan di lapangan, silakan unduh melalui tombol/link di bawah ini:
📥 [KLIK DI SINI UNTUK DOWNLOAD PPT EPIDEMIOLOGI VIRUS ND]
Semoga rangkuman dan file PPT ini bermanfaat untuk belajar maupun referensi manajemen kesehatan ternak di kandang! Jika ada pertanyaan atau pengalaman terkait penanganan ND, yuk diskusi di kolom komentar di bawah 👇.
Komentar
Posting Komentar