Contoh Khutbah Idul Adha Format Ms Word (Doc)

             Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillah Alhamdulillah Assalamualaikum asyhadu anna sayyidana Muhammad rohmanirrohim Inna a'toinakalrin walhamdulillahi rabbil alamin kita berupaya dan berusaha untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya pada hari ini marilah kita juga banyak-banyak bersyukur kepada allah karena diri kita yang hina ini masih Allah berikan kesempatan untuk bertemu dengan hari yang mulia hari raya Idul Adha mata yang amat sering kita gunakan untuk maksiat masih Allah berikan kesempatan untuk melihat kebesaran kekuasaannya mulut yang banyak kita gunakan untuk membicarakan keburukan orang lain masih Allah berikan kesempatan untuk berzikir mengumandangkan kalimat takbir tidak semua manusia mampu dan mau mengumandangkan kalimat takbir karena kalimat takbir bukan sembarang kalimat.

         

          ia bukan sekadar kalimat untuk memeriahkan hari raya ia bukan kalimat yang tak berarti dan tak bermakna Ia adalah Kalimat yang menunjukkan bahwa kita umat manusia adalah lemah dan sangat lemah tak berdaya dan Amat tak berdaya Yang Maha Kuat yang maha kuasa Yang Maha Agung Yang Maha Besar hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tapi Sudahkah kita benar-benar meresapi makna Allahu Akbar saat Kita mengucapkannya kita mungkin sadar diri bahwa kita lemah Kita sadar diri bahwa kita hanya seorang hamba yang harus tunduk atas perintah Tuhannya tapi pada kenyataannya sering sekali tingkah kita justru menunjukkan seakan Kita kuat menahan panasnya api neraka seakan Allah tak bisa melihat malaikat tak mampu mencatat terhadap kemaksiatan-kemaksiatan yang kita lakukan kita tahu bahwa meninggalkan salat amat sangat dilarang tapi terkadang dengan gagah berani kita meninggalkannya kita mengerti dan paham bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah perintah Allah tapi terkadang kita sibuk Akan urusan kita kita sibuk dengan pekerjaan kita kita sibuk dengan kebahagiaan kita melupakan dan melenakan kebahagiaan orang tua kita sadar dan paham bahwa saling membantu saling menolong amat sangat dianjurkan dalam agama tapi terkadang kita makan enak tidur nyenyak sedangkan ada saudara kita ada kerabat kita yang kelaparan di luar sana kita dengan santainya menghambur-hamburkan uang tapi ada kerabat kita yang bahkan harus hutang sana sini hanya sekadar untuk memakan sesuatu kita petikkan kalimat Takbir Allahu akbar Allah maha besar tapi sadar atau tidak sadar kita justru melanggar perintahnya menyepelekan sunnah-sunahnya lalu Pantaskah kita mengakui diri sebagai seorang hamba untungnya Allah Maha Pemurah Allah maha pengasih Allah maha penyayang dosa yang kita buat tak langsung Allah laknat kesalahan yang kita buat tak langsung Allah balas Allah berikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri semoga Idul Adha tahun ini menjadikan kita lebih mengerti dan lebih memahami akan makna kalimat Allahu Akbar yang tak hanya kita ucapkan tapi juga terpatri dalam tingkah laku kita sehari-hari

         

          Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala hari raya Idul Adha mengingatkan kita akan hebatnya pengorbanan ketaatan dan kesabaran Nabi Ibrahim Alaihissalam bagaimana Tidak sudah lama Nabi Ibrahim menantikan kehadiran seorang anak untuk menemani hari-harinya membantu dan meneruskan perjuangan dakwahnya Nabi Ibrahim pun berdoa kepada Allah yang tercantum dalam Alquran surah as-saffat ayat 100 ya Tuhanku anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang Saleh

            akhirnya Allah anugerahkan seorang anak dari rahim istrinya Siti Hajar hari perganti musim berubah sang anak yang kemudian diberi nama Ismail tumbuh berkembang dengan baik tapi ternyata pada suatu malam nabi Ibrahim bermimpi diperintah menyembelih anak semata wayangnya tersebut sebagaimana kita mengerti Tak ada ayah di dunia ini yang sanggup menyakiti anaknya sendiri apalagi sampai membunuhnya seorang ayah rela dirinya sakit demi melihat anaknya tersenyum rasa sayang seorang ayah pada anaknya tak perlu diragukan dan tak perlu dipertanyakan seorang ayah mungkin tak pernah berkata kepada anaknya Aku sayang engkau wahai anakku tapi Yakinlah bahwa kasih sayang Ayah pada anaknya takkan bisa dikira yang menyayangi anak-anaknya tidak dengan kata-kata tapi dengan relanya ia bekerja di bawah panasnya terik matahari di bawah derasnya hujan ia bahkan rela bekerja Apa saja demi bisa membuat anaknya tersenyum gembira maka perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya bukanlah perintah yang ringan bukan pekerjaan yang mudah ini perintah berat dan teramat sangat berat tapi Ketika Nabi Ibrahim yakin bahwa perintah menyembelih anaknya benar-benar perintah Allah tanpa ragu yang berkata kepada Ismail kecil ya bunayya ini arofil mana wahai anakku sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu pikirkanlah Bagaimana pendapatmu Ismail kecil saat itu berusia 7 tahun ada juga pendapat yang mengatakan 13 tahun tapi Ismail kecil bukanlah seperti anak seusianya bukanlah seperti anak sebayanya imannya kuat pendiriannya kokoh maka dengan tegas ia menjawab pertanyaan ayahnya ya abati if Alma tumor serta di dunia insyaallahu minasshobirin wahai Ayahku Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar setelah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Ismail kecil sepakat untuk melaksanakan penyembelihan menjelang detik-detik penyembelihan disaat penuh kesedihan Ismail kecil berkata dengan penuh keikhlasan ya Abadi liyakun ahwana Lil mauti ‘alayhi wasallam ini wahai Ayahku kencangkanlah ikatanku agar aku tidak lagi bergerak bajumu agar darahku tidak mengotori dan jika nanti Ibu melihat bercah darah itu niscaya ia akan bersedih percepatlah gerakan pisau itu dari Leherku agar terasa lebih ringan bagiku karena sungguh kematian itu sangat dahsyat apabila engkau telah kembali maka Sampaikanlah salam Kasihku kepadanya tapi Maha Besar Allah Maha Kuasa Allah pisau yang tajam itu tak bisa melukai leher Ismail kecil dan Allah ganti Ismail kecil itu dengan seekor kambing gibas allahu akbar allahu akbar allahu akbar kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala ada beberapa Hikmah yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail kecil di atas pertama bahwa dalam beragama kita harus mau berkorban untuk menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta'ala nabi Ibrahim dengan penuh keikhlasan dan kesabaran mengorbankan anak semata wayangnya memang kita bukan Nabi Ibrahim kita tidak sehebat Nabi Ibrahim kita tidak semulia Nabi Ibrahim tapi kita sama-sama hamba Allah sama seperti Nabi Ibrahim kita punya kewajiban untuk menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta'ala Allah tidak meminta kita mengorbankan anak kita Allah tidak meminta kita untuk mengorbankan Putra kita di setiap harinya kita hanya perlu mengorbankan beberapa menit saja untuk Istiqomah melaksanakan salat lima waktu dalam setiap Minggunya kita hanya diminta untuk mengorbankan beberapa menit saja agar kaki kita ini melangkah tangan ini kita Ayun Badan ini kita gerakkan menuju rumah Allah untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah di setiap tahunnya Allah hanya minta kita untuk mengorbankan dua koma lima persen dari harta kita yang sudah sampai nisab dan haul untuk dikeluarkan zakatnya tapi itulah kita manusia Betapa berdosanya kita Betapa hinanya kita sering sekali salat yang hanya beberapa menit kita supaya ikan bahkan kita tinggalkan zakat mal yang hanya 2,5% tidak kita hiraukan Kita sadar dan paham bahwa hidup ini takkan lama bahwa nafas kita akan berhenti bahwa alam kubur Telah Menanti tapi justru sering sekali kita malah tergoda akan keindahan duniawi kita sibuk membangun rumah kita sibuk meluaskan kebun kita sibuk memperbanyak kendaraan setelah harta kita dapatkan setelah Kesuksesan kita raih setelah kebahagiaan dunia kita dapatkan kita seakan Berpikir itu semua karena usaha kita sendiri perjuangan kita sendiri Allah perintahkan agar harta kita di sedekahkan agar harta diinfakkan agar harta dizakatkan agar harta dikorbankan kita malah enggan kita merasa Sayang kita banyak berpikir ini dan itu padahal semua apa yang kita miliki adalah titipan dari Allah subhanahu wa ta'ala Ya Allah kami sadar kami umat penuh dosa kami sadar kami pantasnya masuk ke dalam neraka tapi ya Allah kami juga sadar tak ada di antara kami yang kuat menahan panasnya api neraka maka Ya Allah ampunilah nih ampunilah kesalahan kami ya Allah tanpa ampunanmu tanpa kasih sayangmu sungguh kami bahkan tak layak untuk mencium bau surga yang kedua para hadirin hikmah dari kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Ismail Alaihissalam adalah pentingnya mendidik anak akan ilmu agama kita bisa melihat betapa Ismail kecil menjadi penguat ayahnya untuk menjalankan perintah agama Ismail kecil tak takut akan tajamnya pisau tak takut akan derasnya darah mengalir tak takut kehilangan nyawa ia lebih takut akan murkanya Allah jika perintah Allah tidak ia kerjakan kaum muslimin rahimakumullah saat ini menjadikan anak yang Paham agama dan yang mampu melaksanakan perintah agama bukanlah hal yang mudah tetapi sesulit apapun dan susah apapun itu mendidik anak Sudah menjadi kewajiban orang tua seorang anak bisa membawa kita ke surga tapi seorang anak juga bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka seorang anak lahir di dunia dalam keadaan suci tanpa dosa pertumbuhannya sangat amat tergantung dengan bagaimana orang tua mendidiknya Jangan sampai kita sibuk mencari harta Jangan sampai kita sibuk akan kehidupan dunia lalu melupakan pendidikan agama anak kita seorang anak yang dipaksa untuk belajar agama seorang anak yang dipaksa untuk menjalankan perintah agama saat ini Mungkin ia mengeluh Saat ini Mungkin ia menangis tapi Yakinlah pada saatnya ia akan bahagia dan pada saatnya ia akan mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah memaksa dirinya untuk belajar ilmu agama dan mengamalkannya Begitu juga dengan orang tua pada saatnya nanti orang tua tak akan bangga dengan harta sang anak pada saatnya nanti orang tua takkan bangga dengan kedudukan sang anak pada saatnya nanti orang tua takkan bangga dengan jabatan sang anak tapi orang tua akan bangga orang tua akan bahagia orang tua akan senang ketika sang anak di sela-sela kesibukannya menyempatkan diri untuk tetap menjaga salat lima waktu menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan agama di sela-sela kesibukannya

         

          tak lupa juga ia mengunjungi orang tuanya mendoakan orang tuanya merawat orang tuanya Semoga anak-anak kita termasuk anak-anak yang ditakdirkan memahami ilmu agama dan mengamalkannya sepanjang hidupnya Amin Allahumma Amin kaum muslimin rahimakumullah pelajaran yang ketiga setiap kita pasti memiliki ujian masing-masing Nabi Ibrahim yang jelas halilillah Kekasih Allah Allah uji dengan berbagai ujian Nabi Ibrahim pernah dibakar hidup-hidup dalam kobaran api yang menyala-nyala Nabi Ibrahim pernah diuji untuk menyembelih Putra semata wayangnya betapa sering Nabi Ibrahim ditolak dakwahnya bahkan oleh ayahnya sendiri dan masih amat banyak ujian-ujian yang dialami oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam Begitu juga dengan kita kita semua pasti memiliki ujiannya masing-masing ada diantara kita yang diuji dengan penyakit ada diantara kita yang diuji dengan kemiskinan ada yang diantara kita diuji dengan kegagalan ada yang diantara kita diuji dengan berpisah dari keluarga mungkin ada di antara kita disini yang ditinggal wafat oleh ayah ibunya ditinggal wafat anaknya Hidup terasa hampa karena orang tersayang tak lagi ada menemani aktivitas sehari-hari apalagi di suasana Idul Adha seperti ini kita yang tak lagi memiliki ibu akan teringat akan kasih sayangnya akan teringat akan kelembutannya akan teringat bagaimana ia menyiapkan sarapan untuk kita kita yang sudah tak punya ayah akan teringat akan keikhlasan dan perjuangannya mencari nafkah teringat bagaimana ia berangkat pagi mencari nafkah agar anaknya bisa sekolah tapi para hadirin Ingatlah sebanyak apapun ujian kita takkan melewati batas kemampuan kita sebagaimana firman Allah lalu tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya dan ingat juga para hadirin terkadang ujian tidak hanya berupa kesulitan tidak hanya berupa kesusahan Terkadang ia berupa kesenangan kebahagiaan kemewahan dan justru sering sekali ujian seperti itulah yang membuat kita terlena bisa jadi kita merasa tak lagi penting melaksanakan salat karena hidup sudah bahagia dan aman-aman saja kita merasa tak perlu lagi bersedekah karena harta yang kita miliki seakan murni usaha kita sendiri terkadang kesibukan kebahagiaan kesenangan duniawi merupakan kita akan kewajiban kita sebagai seorang muslim padahal para hadirin rahimakumullah Tak ada satupun diantara kita yang hidup kekal di dunia kita semua pasti akan sampai pada satu waktu di mana tubuh kita tak lagi bisa bergerak jantung kita Berhenti Berdetak Ya Allah takdirkanlah kami menjadi hambaMu yang selalu melaksanakan perintah-perintahmu Ya Allah kuatkanlah kami untuk menghindari berbagai kemaksiatan ya Allah ya Allah kami sadar kami penuh dosa kami sering lalai akan perintahmu Ya Allah justru berbagai nikmat yang engkau berikan banyak kami gunakan untuk maksiat ampunilah dosa-dosa kami Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami ya Allah dan ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami Ya Allah sembuhkanlah orang tua kami yang sedang sakit ya Allah berikan kami kesempatan untuk membahagiakan kedua orang tua kami ya Allah berikan kami kesempatan untuk membalas jasa-jasa kedua orang tua kami ya Allah dan untuk orang tua kami yang sudah tiada ampunilah dosa-dosa mereka Ya Allah lipat gandakan pahalanya Ya Allah ampunilah dosa-dosanya ya Allah ya Allah hanya kepadamu kami meminta hanya kepadamu kami mohon Ya Allah Jadikan anak-anak kami anak-anak yang sholeh ya Allah anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya anak-anak yang bermanfaat bagi Agama dan bangsa ini ya Allah Amin Allahumma Amin jamaah salat Idul Adha rahimakumullah demikianlah khotbah Idul Adha ini semoga bermanfaat Barakallah

            Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilham Alhamdulillahirobbil alamin ya ayyuhalladzina amanu shallu Alaihi wasallimu taslima Allahumma sholli wasallim


UNDUH FILE KHUTBAH IDUL ADHA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOWNLOAD CONTOH SURAT LAMARAN DAPUR MBG

Download Undangan Tonjokan: Solusi Praktis dan Efisien untuk Pernikahan (Format MS. Word)

LAPORAN PENDAHULUAN DIARE